Minggu, 1 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Olahraga » Marc Marquez Menang di Sepang, Gelar Juara Dunia Bisa Terkunci di Qatar
Olahraga

Marc Marquez Menang di Sepang, Gelar Juara Dunia Bisa Terkunci di Qatar

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Ilustrasi motor balap merah dituntun tiga mekanik berpakaian serba hitam di jalur pit sebuah sirkuit, dilihat dari belakang
Ilustrasi: motor balap merah dituntun mekanik di pit lane sirkuit. Marc Marquez memenangi balapan utama MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang. (Ilustrasi generasi AI)

SEPANG — Marc Marquez memenangi balapan utama MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (1/11/2026), dengan catatan waktu 40 menit 14,236 detik. Pebalap Ducati Lenovo itu finis 4,172 detik di depan Pedro Acosta dari KTM, dan 5,955 detik di depan adiknya, Alex Marquez dari Gresini Ducati, yang melengkapi podium.

Ini kemenangan ke-80 Marquez di kelas premier, dan kemenangan pertamanya di Sepang dalam delapan tahun — terakhir kali ia menang di Malaysia pada 2018. Tambahan 25 poin membuat koleksinya menjadi 399 poin, dengan jarak 44 poin dari Jorge Martin di peringkat kedua.

Memimpin Sejak Tikungan Pertama

Marquez merebut posisi terdepan dari pemegang pole, Alex Marquez, sejak tikungan pertama, lalu tidak terkejar hingga finis 20 lap. Alex merebut pole pada kualifikasi Sabtu dengan catatan 1 menit 56,493 detik. Lap tercepat balapan menjadi milik Acosta, 1 menit 59,261 detik, yang dicetak pada lap kedua.

Di belakang podium, Ai Ogura dari Trackhouse Aprilia finis keempat, disusul Enea Bastianini (KTM) dan Marco Bezzecchi (Aprilia). Luca Marini, Fabio Di Giannantonio, Brad Binder, dan Franco Morbidelli melengkapi sepuluh besar. Francesco Bagnaia hanya finis ke-13, sementara Fabio Quartararo menjadi pebalap Yamaha terbaik di posisi ke-11.

Akhir pekan Sepang tidak diikuti Jorge Martin. Pebalap Aprilia itu mundur dari seri Malaysia karena cedera pergelangan tangan yang dialaminya pada seri Australia, sehingga keunggulan Marquez melebar tanpa perlawanan langsung darinya. Pada sprint race 10 lap hari Sabtu (31/10), Acosta menang dengan waktu 20 menit 04,090 detik, hanya 0,578 detik di depan Marquez, dengan Bezzecchi ketiga terpaut 1,310 detik. Alex Marquez terjatuh dari posisi terdepan di Tikungan 14 pada lap ketiga dan gagal finis; hujan yang turun di pengujung sprint juga membuat sejumlah pebalap masuk pit untuk berganti motor. Dari Sepang, Marquez membawa pulang 34 poin — sembilan dari sprint dan 25 dari balapan utama — sementara Martin pulang dengan tangan kosong.

Klasemen: 399 Lawan 355

PosPebalapTimPoinSelisih
1Marc MarquezDucati Lenovo399—
2Jorge MartinAprilia Racing355−44
3Marco BezzecchiAprilia Racing332−67
4Pedro AcostaRed Bull KTM295−104
5Ai OguraTrackhouse Aprilia278−121

Klasemen di atas adalah posisi lima besar setelah seri ke-19 dari 22 seri musim 2026, sebagaimana dirangkum Bola.net dari data kejuaraan. Tiga seri tersisa adalah Qatar di Sirkuit Internasional Lusail akhir pekan depan, lalu Portugal dan Valencia. Setiap seri menyediakan maksimal 37 poin — 12 dari sprint race dan 25 dari balapan utama — sehingga masih ada 111 poin yang dapat diperebutkan.

Hitungan Mengunci Gelar di Qatar

Marquez berpeluang dinobatkan sebagai juara dunia di Qatar, tetapi syaratnya bukan sekadar menang. Setelah Qatar, masih ada 74 poin yang tersedia di dua seri terakhir. Karena itu ia harus meninggalkan Lusail dengan keunggulan lebih dari 74 poin atas semua rivalnya. Atas Martin, itu berarti selisih 44 poin saat ini harus bertambah sedikitnya 31 poin dalam satu akhir pekan — hanya terbuka bila Marquez memanen poin besar dan Martin gagal finis di zona poin pada sprint maupun balapan utama. Syarat yang sama berlaku atas Bezzecchi, yang secara matematis masih dapat mencapai 443 poin.

Dua gambaran memperlihatkan lebar sempitnya jalur itu. Bila Marquez menyapu bersih Qatar — menang sprint dan balapan utama, 37 poin — sementara Martin finis tanpa poin, selisih akan melebar menjadi 81 poin dan gelar terkunci di Lusail. Sebaliknya, bila Martin yang menyapu bersih dan Marquez gagal menambah poin, selisih menyusut menjadi tujuh poin dan perebutan gelar kembali terbuka lebar menjelang Portugal.

Di luar kombinasi ekstrem itu, perebutan gelar berlanjut ke Portugal. Yang berubah setelah Sepang adalah letak bebannya: Martin dan Bezzecchi tidak boleh lagi kehilangan poin, sementara Marquez memegang selisih yang setara hampir satu akhir pekan balapan penuh.

Seri berikutnya, MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, digelar akhir pekan depan dan membuka rangkaian tiga seri penutup musim 2026.