Minggu, 1 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Viral » Penumpang MRT Ditegur karena Minuman, Ini Aturan Makan-Minum di MRT, KRL, LRT, dan TransJakarta
Viral

Penumpang MRT Ditegur karena Minuman, Ini Aturan Makan-Minum di MRT, KRL, LRT, dan TransJakarta

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Ilustrasi gerbong kereta metro kosong dengan deretan kursi abu-abu dan sebuah gelas minuman plastik bersedotan tertinggal di atas kursi
Ilustrasi: gelas minuman tertinggal di kursi gerbong kereta metro yang kosong. MRT Jakarta melarang makan dan minum di area berbayar stasiun dan di dalam kereta Ratangga. (Ilustrasi generasi AI)

JAKARTA — Seorang penumpang pria berdebat dengan dua petugas MRT Jakarta setelah ditegur karena membawa minuman di dalam kereta Ratangga. Rekaman peristiwa itu, yang diunggah akun Instagram @jaktimbanget pada Sabtu (31/10/2026), menyebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, penumpang tersebut justru balik merekam kedua petugas yang sedang mengingatkannya soal larangan makan dan minum.

Dalam narasi yang menyertai video tersebut, pria itu disebut tidak menerima peringatan mengenai aturan makan dan minum. Penumpang dalam video itu membawa minuman dan diduga ikut mengonsumsi makanan di dalam kereta, menurut laporan sejumlah media yang menelusuri rekamannya. Sampai keterangan MRT Jakarta keluar pada Minggu, belum ada penjelasan dari pihak penumpang mengenai versinya atas peristiwa tersebut.

Kata MRT Jakarta soal Teguran Itu

PT MRT Jakarta merespons video tersebut lewat keterangan resmi pada Minggu (1/11/2026). Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menegaskan aturan itu berlaku bagi seluruh pelanggan, baik di dalam kereta maupun sebelum naik kereta.

MRT Jakarta memberlakukan larangan makan dan minum di area berbayar stasiun dan di dalam kereta Ratangga untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban bersama.Rendy Primartantyo, Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta — keterangan Minggu (1/11/2026), dikutip dari Detikcom

Rendy juga menekankan sisi petugasnya: “Dalam menjalankan tugas, petugas diharapkan senantiasa menyampaikan imbauan secara santun dan dengan tetap menghormati pelanggan.” MRT Jakarta mengimbau seluruh pelanggan mematuhi tata tertib selama menggunakan layanan, sebagaimana dilaporkan BSI News dan Seantero News.

Aturan Normal di Empat Moda

ModaAturan Makan dan Minum (Hari Biasa)
MRT JakartaDilarang di dalam kereta Ratangga dan di area berbayar stasiun
KRL Commuter LineDilarang di dalam kereta; dibolehkan di area stasiun dengan menjaga kebersihan
LRT JabodebekDilarang di dalam kereta; dibolehkan di area stasiun dengan menjaga kebersihan
TransJakartaDilarang di dalam bus

Pola umumnya sama: yang dilarang adalah makan dan minum di dalam kendaraan yang sedang berjalan. Yang membuat MRT berbeda, larangannya diperluas sampai area berbayar — ruang setelah gerbang tiket tempat penumpang menunggu di peron. Artinya, teguran petugas dapat terjadi bahkan sebelum penumpang naik kereta, dan segelas minuman yang masih diminum sambil menunggu di peron pun termasuk pelanggaran menurut aturan operator ini.

Untuk moda lain, batasnya berhenti di pintu kendaraan. Penumpang KRL dan LRT masih dapat makan dan minum di area stasiun di luar kereta, dengan kewajiban menjaga kebersihan. Di TransJakarta, larangan berlaku di dalam bus yang sedang beroperasi.

Pengecualian Ramadan: Hanya Saat Berbuka

Di luar aturan normal itu, para operator membuka pengecualian sempit setiap Ramadan bagi penumpang yang berbuka puasa di tengah perjalanan. Ketentuan ini khusus bulan Ramadan — terakhir diterapkan pada Februari 2026 — dan bukan aturan yang berlaku saat ini. Batas waktu dan jenis konsumsinya berbeda-beda:

ModaBatas Waktu BerbukaYang Dibolehkan
MRT Jakarta10 menit sejak azan MagribHanya air mineral dan kurma
TransJakarta10 menit sejak azan MagribAir, kurma, atau makanan ringan
KRL Commuter Line60 menit sejak azan MagribAir mineral dan makanan ringan seperti roti atau kurma; dilarang makanan berat dan minuman berwarna
LRT Jakarta & JabodebekHingga pukul 19.00 WIBMakanan ringan yang tidak berbau menyengat; sampah wajib dibawa atau dibuang di stasiun

KAI Commuter menegaskan minuman berwarna seperti kopi, teh, dan sirup tetap dilarang di dalam gerbong KRL meski pada jam berbuka. “Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, seperti diberitakan Kompas.com pada Februari 2026. Seluruh operator juga melarang makanan berbau menyengat dan mewajibkan penumpang membuang sampah pada tempatnya.

Secara umum, seluruh operator juga melarang penggunaan botol atau wadah yang berpotensi tumpah serta makanan dengan aroma tajam yang dapat mengganggu penumpang lain. Sampah dari makanan dan minuman berbuka pun wajib dibawa turun atau dibuang pada tempatnya di stasiun, bukan ditinggalkan di kursi kendaraan.

Patokan praktis bagi penumpang sebenarnya sederhana: habiskan makanan dan minuman sebelum melewati gerbang tiket MRT, dan di moda lain sebelum naik kendaraan. Teguran seperti yang terekam dalam video viral itu adalah penegakan aturan tertulis operator — bukan keputusan pribadi petugas di lokasi.

Tanya-Jawab

Apa sebenarnya yang dilarang di MRT: membawa, atau makan dan minum?

Yang dilarang menurut keterangan MRT Jakarta adalah aktivitas makan dan minum — mengonsumsinya — di area berbayar stasiun dan di dalam kereta Ratangga. Insiden dalam video viral bermula ketika petugas menegur penumpang yang membawa minuman dan diduga mengonsumsinya di dalam kereta.

Di mana batas area berbayar MRT Jakarta?

Area berbayar adalah ruang setelah gerbang tiket (setelah tap-in), termasuk area menunggu di peron. Di ruang inilah larangan makan dan minum MRT berlaku, selain di dalam kereta Ratangga.

Apakah boleh makan di area stasiun KRL?

Boleh, selama menjaga kebersihan. Larangan KRL berlaku di dalam kereta selama perjalanan. Hal yang sama berlaku di LRT Jabodebek: makan dan minum dilarang di dalam kereta, dibolehkan di area stasiun.

Kapan pengecualian makan dan minum di transportasi umum berlaku?

Hanya pada bulan Ramadan, untuk berbuka puasa, dengan batas berbeda di tiap operator: 10 menit sejak azan Magrib di MRT dan TransJakarta, hingga 60 menit di KRL, dan hingga pukul 19.00 WIB di LRT. Jenisnya pun dibatasi pada air mineral, kurma, dan makanan ringan. Di luar Ramadan, aturan normal berlaku penuh.

Mengapa makan dan minum dilarang di transportasi umum?

Menurut MRT Jakarta, untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban bersama. Gerbong dan peron dipakai bergantian oleh ribuan penumpang setiap hari, sehingga sisa makanan dan tumpahan minuman langsung berdampak pada penumpang berikutnya.

Tanya-Jawab

Apa sebenarnya yang dilarang di MRT: membawa, atau makan dan minum?

Yang dilarang menurut keterangan MRT Jakarta adalah aktivitas makan dan minum — mengonsumsinya — di area berbayar stasiun dan di dalam kereta Ratangga. Insiden dalam video viral bermula ketika petugas menegur penumpang yang membawa minuman dan diduga mengonsumsinya di dalam kereta.

Di mana batas area berbayar MRT Jakarta?

Area berbayar adalah ruang setelah gerbang tiket (setelah tap-in), termasuk area menunggu di peron. Di ruang inilah larangan makan dan minum MRT berlaku, selain di dalam kereta Ratangga.

Apakah boleh makan di area stasiun KRL?

Boleh, selama menjaga kebersihan. Larangan KRL berlaku di dalam kereta selama perjalanan. Hal yang sama berlaku di LRT Jabodebek: makan dan minum dilarang di dalam kereta, dibolehkan di area stasiun.

Kapan pengecualian makan dan minum di transportasi umum berlaku?

Hanya pada bulan Ramadan, untuk berbuka puasa, dengan batas berbeda di tiap operator: 10 menit sejak azan Magrib di MRT dan TransJakarta, hingga 60 menit di KRL, dan hingga pukul 19.00 WIB di LRT. Jenisnya pun dibatasi pada air mineral, kurma, dan makanan ringan. Di luar Ramadan, aturan normal berlaku penuh.

Mengapa makan dan minum dilarang di transportasi umum?

Menurut MRT Jakarta, untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban bersama. Gerbong dan peron dipakai bergantian oleh ribuan penumpang setiap hari, sehingga sisa makanan dan tumpahan minuman langsung berdampak pada penumpang berikutnya.