Minggu, 1 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Viral » Raffi Ahmad Terseret Polemik Mahasewa, Ini Kronologinya
Viral

Raffi Ahmad Terseret Polemik Mahasewa, Ini Kronologinya

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Ilustrasi kerumunan anak muda dilihat dari belakang, sebagian berjaket warna-warni, mengangkat bendera merah putih di sebuah jalanan
Ilustrasi: anak muda berjaket warna-warni mengangkat bendera merah putih dalam sebuah perkumpulan di jalanan. Polemik mahasewa bermula dari Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026 — yang sebagian pesertanya kemudian mengaku bukan mahasiswa. (Gambar ilustrasi hasil generasi AI)

Wartawan itu bertanya soal asal kampus. Peserta berjaket almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) di depannya tidak langsung menjawab — ia menoleh dulu ke peserta di sebelahnya. Pria yang memperkenalkan diri sebagai "Dino" itu tampak kebingungan. Potongan wawancara di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026 itulah yang menyeret nama Raffi Ahmad ke polemik "mahasewa".

Rekamannya menyebar cepat. Warganet menelusuri identitas para peserta satu per satu — dan pertanyaan berikutnya menyasar acara itu sendiri: deklarasi macam apa yang pesertanya tidak tahu kampusnya sendiri?

Acara itu bernama Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Penyelenggaranya Polda Metro Jaya, digelar di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, dengan tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan, bersama kreator konten Willie Salim.

Waktunya yang membuat acara ini gampang dibaca sebagai tandingan. Sehari sebelumnya, Rabu (28/10), mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi peringatan Sumpah Pemuda sambil menuntut sejumlah kebijakan pemerintah. Dua agenda berurutan, dua citra yang bertolak belakang. Deklarasi versi polisi itu pun cepat masuk kategori Viral di berbagai platform.

"Dino" Ternyata Bukan Mahasiswa

Jumat (30/10), pria di video itu muncul lagi — kali ini dalam video klarifikasi yang diunggah akun resmi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undira. Namanya Bayu Setiadi. "Saya Bayu Setiadi alias Dino. Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara. Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," ujarnya.

Soal jaket yang ia kenakan, jawabannya sama pendeknya: "Mengenai almamater yang saya kenakan, itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal usulnya." Bayu meminta maaf kepada Undira. BEM Undira menegaskan ia bukan bagian dari civitas akademika kampus tersebut.

Lalu berhenti di situ. Siapa yang membayar Bayu, berapa jumlahnya, komunitas apa yang mengundangnya, siapa yang membagikan almamater — belum ada yang menjawab. Belum ada pihak yang mengonfirmasi rantai itu sampai sekarang. Polda Metro Jaya hanya menyatakan dugaan keterlibatan mahasiswa gadungan dalam acara tersebut sedang didalami lewat penyelidikan internal kepolisian.

Almamater Kedua: UBSI Juga Membantah

Sabtu (31/10), giliran almamater lain. Lewat video yang diunggah akun Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UBSI Dewi Sartika, Sari Putri — perempuan yang mengenakan jas almamater lawas Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) — menegaskan dirinya bukan mahasiswa aktif kampus itu. Almamater yang ia pakai, katanya, pemberian seseorang yang tidak ia kenal. Pihak UBSI, melalui Wakil Rektor II Adi Supriyatna, menyatakan kampus tidak pernah menerima undangan maupun mengirim delegasi mahasiswa ke deklarasi tersebut.

Raffi Menjawab, Polda Meminta Maaf

Raffi Ahmad menyampaikan klarifikasi tertulis lewat akun Instagram pribadinya pada Sabtu (31/10). Isinya pendek: ia hadir sebagai undangan, informasi acara baru ia terima malam sebelum pelaksanaan, dan ia tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara. "Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting," tulisnya. Willie Salim juga menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram-nya.

Di hari yang sama, Polda Metro Jaya mengakui pihaknya adalah penyelenggara acara dan menyampaikan permintaan maaf terbuka. "Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Soal dua figur publik itu, ia menegaskan: "Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda."

Belum selesai. Minggu (1/11), Raffi meminta maaf lagi — kali ini lewat video yang diunggah akun resmi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, @ukp_mudaseni_raffiahmad. "Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," katanya. Ia juga mengajak masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan menjauhi ujaran kebencian.

Urutan Empat Harinya

Ditarik ke belakang, polemik ini bergerak dalam empat hari — dari aksi mahasiswa pada 28 Oktober sampai permintaan maaf kedua Raffi pada 1 November:

  • Rabu, 28 Oktober 2026 — Mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi peringatan Sumpah Pemuda dan menuntut sejumlah kebijakan pemerintah.
  • Kamis, 29 Oktober 2026 — Polda Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di depan Pospol Thamrin, Bundaran HI, dihadiri Raffi Ahmad dan Willie Salim sebagai tamu undangan. Video wawancara peserta beralmamater Undira bernama "Dino" viral karena ia kebingungan menjawab asal kampusnya.
  • Jumat, 30 Oktober 2026 — Bayu Setiadi klarifikasi lewat video BEM Undira: bukan mahasiswa, hadir atas undangan komunitas, mengaku dibayar, almamater pemberian orang. Kreator Andovi da Lopez mengunggah video kritik di Instagram.
  • Sabtu, 31 Oktober 2026 — Sari Putri klarifikasi bukan mahasiswa aktif UBSI; UBSI membantah mengirim delegasi. Raffi Ahmad merilis klarifikasi tertulis. Polda Metro Jaya mengakui sebagai penyelenggara dan meminta maaf. Hari pertama RANS Carnival di Sleman diterpa gelombang pengunduran diri musisi dan tenant UMKM.
  • Minggu, 1 November 2026 — Raffi mengunggah video permintaan maaf kedua lewat akun resmi UKP. Data Google Trends yang dilansir Detik iNET mencatat pencarian "Raffi Ahmad" melonjak lebih dari 5.000 persen dan masuk kategori breakout.

Klaim yang Beredar, dan Statusnya

Empat klaim paling ramai beredar, dan statusnya per 1 November 2026:

Pernyataan yang BeredarStatusPenjelasan
Seluruh peserta deklarasi adalah mahasiswa betulanTerbantahkan sebagianBayu Setiadi dan Sari Putri mengakui bukan mahasiswa dari kampus yang almamaternya mereka kenakan. Belum ada data resmi berapa peserta lain yang serupa.
Peserta dibayar untuk hadirPengakuan satu peserta; rantainya belum terkonfirmasiBayu mengaku dibayar atas undangan sebuah komunitas. Siapa pembayar, besaran bayaran, dan penyedia almamater belum dikonfirmasi pihak mana pun.
Raffi Ahmad mengatur atau merekrut pesertaTidak terbuktiHingga 1 November belum ada bukti terverifikasi. Polda Metro Jaya menyatakan Raffi dan Willie Salim murni tamu undangan; Raffi membantah terlibat perencanaan.
Deklarasi itu acara yang digelar Polda Metro JayaTerkonfirmasiPolda Metro Jaya mengakui pihaknya penyelenggara acara di Pospol Thamrin, Bundaran HI, dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.

Yang Kena Imbas: RANS Carnival di Sleman

Kemarahan publik tidak berhenti di Bundaran HI. RANS Carnival di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta — dijadwalkan 31 Oktober–1 November 2026 — ditinggal sejumlah pengisi acara. Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes mengumumkan mundur lewat media sosial masing-masing. Manajemen Tipe-X menulis singkat: "Kita mundur dari acara ini. Sampai jumpa di lain pesta. Salam X,"

Sejumlah tenant UMKM ikut menarik diri dan membongkar lagi lapak yang sudah disiapkan. Pantauan detikJogja pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 11.30 WIB: area festival relatif sepi, banyak stan makanan tidak terpakai — meski sebagian pedagang memilih bertahan karena komitmen awal. Manajemen RANS Carnival menyatakan acara tetap berjalan dengan format yang disederhanakan: "Mempertimbangkan situasi dan kondisi saat ini, kami terus mengupayakan agar RANS Carnival tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana."

Kritik dari Sarah Sechan sampai Andovi

Kritik juga datang dari sesama figur publik. Presenter Sarah Sechan menulis di Threads @sarsehshoku pada Sabtu (31/10): "Ok jadi inti klarifikasi adalah semua yang hadir di acara itu kena prank." Ia mempertanyakan siapa yang membayar peserta, siapa yang menyebar undangan, dan siapa dalang mobilisasi tersebut — serta menilai Raffi semestinya bisa memilih pergi bila menemukan kejanggalan di lokasi.

Kreator konten Andovi da Lopez mengunggah video di Instagram @andovidalopez pada Jumat (30/10), dan kalimat pembukanya tidak basa-basi: "Jujur, gua sangat takut bikin video ini. Kenapa? Karena ini Raffi Ahmad," katanya. Tegurannya ia arahkan ke mandat Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden, bukan sebagai entertainer. Menurut Andovi, keterlibatan figur otoritas dalam mobilisasi yang artifisial berisiko membuat gerakan mahasiswa yang asli di masa depan ikut dituduh berbayar.

Aktris Clairine Clay, lewat Threads, mengecam langkah Raffi yang dinilai langsung mengunggah foto anak-anaknya sesaat setelah klarifikasi terbit — ia menyebutnya blunder komunikasi.

Pencarian "Raffi Ahmad" Meledak di Google

Skala perhatian publiknya terukur. Data Google Trends yang dilansir Detik iNET menunjukkan pencarian "Raffi Ahmad" melonjak lebih dari 5.000 persen dibanding periode yang sama pekan sebelumnya — masuk kategori breakout. Kueri teratas: "Raffi Ahmad kenapa", "kenapa Raffi Ahmad", dan "Raffi Ahmad kasus"; "kenapa Raffi Ahmad diboikot" juga tercatat breakout. Wilayah pencarian tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, lokasi RANS Carnival, disusul Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Satu catatan: data tren itu mengukur rasa penasaran publik, bukan kebenaran isu yang dicari.

Empat hari, dua permintaan maaf — dan pertanyaan paling dasarnya belum bergerak: komunitas apa yang mengundang Bayu Setiadi, siapa yang membayarnya, dari mana almamater-almamater itu berasal. Polda Metro Jaya menyatakan penyelidikan internal sedang berjalan. Redaksi akan memperbarui artikel ini pada URL yang sama begitu ada keterangan resmi lanjutan.