Di Tengah Seruan Boikot, Nagita Slavina Titipkan Raffi Ahmad Lewat Doa di Instagram

JAKARTA — Dukungan untuk Raffi Ahmad datang dari orang terdekatnya pada Senin (2/11/2026). Nagita Slavina mengunggah foto kebersamaan mereka ke akun Instagram @raffinagita1717, disertai doa panjang untuk sang suami — empat hari setelah kehadiran Raffi di Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, memicu kritik dan seruan boikot di media sosial.
Ya Allah, aku titipkan suamiku dalam penjagaan-Mu. Lelaki yang mungkin terlihat kuat di hadapan dunia, tetapi hanya Engkau yang tahu seberapa berat beban yang sedang dipikul hatinya.Nagita Slavina, unggahan Instagram @raffinagita1717 — dilansir NTVNews
Doa itu berlanjut menyinggung situasi yang sedang dihadapi Raffi. “Jika dunia sedang tidak berpihak kepadanya, peluklah hatinya dengan ketenangan-Mu. Jika namanya disakiti oleh fitnah dan prasangka, jagalah kehormatannya dan tunjukkan kebenaran dengan kuasa-Mu,” tulis Nagita. Di bagian lain ia menulis, “Ya Allah, jika aku tak mampu menguatkannya dengan kedua tanganku, kuatkanlah dia dengan kasih sayang-Mu. Karena kebahagiaannya adalah bagian dari doa-doa terbesarku.” Unggahan itu dibagikan ulang dan dilansir sejumlah media hiburan pada hari yang sama, dan menjadi salah satu topik hiburan yang paling banyak dibicarakan sepanjang Senin.
Sang Ibu Ikut Bersuara
Nagita bukan satu-satunya keluarga yang angkat bicara. Amy Qanita, ibu Raffi, mengunggah pesan dukungan untuk anaknya pada hari yang sama, dan unggahan itu dilansir jaringan sindikasi Liputan6. Nada dan pilihan katanya sejajar dengan unggahan menantunya: bukan bantahan atas kritik yang diarahkan ke Raffi, melainkan doa seorang ibu.
Tidak ada doa yang lebih tulus daripada doa seorang ibu untuk anaknya. Dalam keadaan apa pun, ketika dunia terasa begitu berat, ketika fitnah, kebencian, dan tuduhan datang silih berganti, Ibuu akan selalu berdiri untuk menguatkan anaknya. Mungkin Mama tak mampu membungkam semua mulut yang menyakiti anak Mama, tetapi Mama punya doa yang tak pernah berhenti mengetuk pintu langit. Ya Allah, jagalah anakku dari segala keburukan, lindungilah dari fitnah dan kezaliman, kuatkan hatinya dalam setiap ujian, dan jangan biarkan kebencian manusia memadamkan kebaikan dalam dirinya.Amy Qanita, unggahan Instagram — dilansir Liputan6
Dukungan keluarga ini muncul setelah tekanan bertambah dari arah lain: sejumlah musisi dan pelaku UMKM menyatakan mundur dari RANS Carnival di Sleman yang digelar 31 Oktober–1 November 2026, dan pihak manajemen acara itu sempat menyampaikan klarifikasi atas mundurnya para pengisi acara. Kritik juga datang terbuka dari sesama figur publik, antara lain Pandji Pragiwaksono, Andovi da Lopez, dan Clairine Clay.
Empat Hari Polemik
- **Kamis, 29 Oktober 2026** — Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia digelar Polda Metro Jaya di Bundaran HI, Jakarta; Raffi hadir sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
- **29–30 Oktober 2026** — Sejumlah peserta deklarasi belakangan diakui bukan mahasiswa; pengakuan Bayu Setiadi alias Dino menjadi pemicu utama kritik. Rangkaian lengkapnya ada di artikel induk polemik Raffi Ahmad.
- **29–30 Oktober 2026** — Di Indonesia Youth Summit, Taman Ismail Marzuki, seorang pria mengacungkan tiga jari ke arah panggung saat Raffi berbicara sepanggung dengan Menpora Erick Thohir.
- **31 Oktober–1 November 2026** — RANS Carnival di Sleman berjalan di tengah mundurnya sejumlah musisi dan pelaku UMKM.
- **Senin, 2 November 2026** — Nagita Slavina dan Amy Qanita mengunggah doa dan dukungan untuk Raffi di Instagram.
Dari pihak penyelenggara acara, Polda Metro Jaya telah menyampaikan permintaan maaf dan membuka penyelidikan atas dugaan peserta deklarasi yang bukan mahasiswa, serta menyebut Raffi hadir dalam kapasitas tamu undangan — posisi kepolisian itu dibahas lengkap di artikel induk polemik ini. Sampai Senin (2/11/2026), belum ada perkembangan baru dari penyelidikan tersebut yang dilaporkan media. Penyebutan status tamu undangan itu menempatkan Raffi sebagai pihak yang diundang hadir, bukan penyelenggara acara yang dipersoalkan publik.
Hingga Senin malam, Raffi Ahmad sendiri belum menyampaikan pernyataan baru menanggapi seruan boikot yang diarahkan kepadanya, dan seruan itu masih terus dibagikan ulang di media sosial. Yang berbicara untuknya sejauh ini adalah dua orang terdekatnya — dan keduanya memilih bahasa yang sama: doa, bukan bantahan.
