Selasa, 3 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Olahraga » FIFA Matchday November di Ujung Tanduk: Laga Timur Tengah Terancam, Ole Romeny Dipastikan Absen
Olahraga

FIFA Matchday November di Ujung Tanduk: Laga Timur Tengah Terancam, Ole Romeny Dipastikan Absen

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (foto arsip)
Foto arsip: suasana malam di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menjelang sebuah pertandingan persahabatan. Foto: RasyaAbhirama13/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

JAKARTA — Seminggu lebih menjelang jendela FIFA Matchday 9–17 November 2026, agenda Timnas Indonesia belum memegang kepastian. Laga tandang melawan Yordania pada 13 November belum berubah secara resmi, tetapi opsi lawan kedua, Kuwait, sudah tertutup karena federasi negara itu terjadwal menghadapi Suriah dan Honduras. Di saat yang sama, penyerang Ole Romeny dipastikan absen karena cedera engkelnya kambuh.

Peta Agenda yang Menyusut

Rencana awal PSSI adalah memaksimalkan jendela November dengan dua laga tandang di Timur Tengah. Rencana itu menyusut dari dua arah. Dari arah lawan: Kuwait — yang sempat disiapkan sebagai lawan kedua — telah mengunci agenda melawan Suriah dan Honduras. Uni Emirat Arab sempat disebut sebagai kandidat lain, tanpa kelanjutan kabar yang jelas. Dari arah lokasi: situasi keamanan di kawasan sedang memanas, dan keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama federasi.

Kita harus segera cari (opsi lain) karena situasi tidak mudah. Saat ini banyak tim nasional lain sudah punya komitmen jadwal.Erick Thohir, Ketua Umum PSSI — dilansir Vivagoal

Erick Thohir menyampaikan keputusan soal agenda ini harus diambil dalam satu-dua hari sejak pernyataannya pada Rabu (28/10/2026) — tetapi hingga Senin (2/11/2026), belum ada pengumuman resmi susulan dari PSSI yang dapat ditemukan redaksi. Satu opsi yang disuarakan pengamat adalah mempertahankan lawan yang sama di tempat netral. “Menurut saya yang paling simpel adalah bagaimana mengajak Yordania dan Kuwait untuk tetap bertanding, tapi mungkin tempatnya di negara lain atau di tempat netral,” kata pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo, dilansir RCTIPlus.

Main di Kandang Bukan Jalan Keluar

Memindahkan laga ke Indonesia pun tertutup. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sedang menjalani perawatan besar-besaran dan pada periode yang sama dipakai untuk sejumlah acara besar, termasuk konser internasional.

Menurut saya, kemungkinan bermain di kandang sendiri saat ini tidak memungkinkan. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sedang menjalani perawatan besar-besaran. Selain itu, ada beberapa acara besar yang harus kita dukung bersama.Erick Thohir, Ketua Umum PSSI — dilansir Vivagoal

Erick menambahkan keselamatan pemain tetap menjadi prioritas di atas jadwal: bila kondisi kawasan ternyata tidak kondusif, PSSI terpaksa mencari lawan tanding lain di negara lain, dan keputusan itu diambil bersama pemerintah. Bagi pelatih John Herdman, ketidakpastian ini datang di fase penting: skuad Garuda baru saja menjuarai Piala AFF 2026 — gelar yang mengakhiri penantian 35 tahun — dan jendela November adalah persiapan terakhir sebelum Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari–Februari 2027.

Lini Depan Kehilangan Romeny

Di luar soal jadwal, kabar buruk datang dari Belanda. Cedera engkel Ole Romeny kambuh setelah ia membela Fortuna Sittard melawan Excelsior pada 25 Oktober 2026. Kabar absennya Romeny untuk FIFA Matchday November disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum Noor Korompot lewat Instagram, Minggu (1/11/2026) malam. Penyerang 26 tahun itu kini dibidikkan pulih tepat waktu untuk Piala Asia 2027.

Sayangnya, cedera pergelangan kaki saya lebih parah daripada yang terlihat sebelumnya. Saya akan melakukan apa pun agar bisa segera kembali. Tetap semangat!Ole Romeny, penyerang Timnas Indonesia — dilansir Liga Olahraga

Ada satu kabar baik dari lini belakang: kapten Jay Idzes telah pulih dan masuk daftar pemain cadangan Sassuolo pada laga Serie A melawan Lazio, meski belum dimainkan. Untuk lubang yang ditinggalkan Romeny, nama Rafael Struick kembali mengemuka. Penyerang Dewa United itu mencatat satu gol dan satu assist dalam tujuh penampilan liga musim ini, dan terakhir membela timnas pada Juni 2025. “Sejujurnya, saya tidak berharap apa-apa. Saya hanya berusaha terus bekerja keras, memberikan 100 persen kemampuan saya di Dewa United,” kata Struick, dilansir KitaIndonesiaSatu.

Dua pengumuman kini ditunggu dari PSSI: keputusan akhir soal agenda November — lawan pengganti atau tempat netral — dan daftar pemain pilihan John Herdman. Keduanya menentukan apakah persiapan menuju Piala Asia 2027 berjalan lewat dua laga uji, satu laga, atau tidak sama sekali — sementara waktu persiapan yang tersisa terus menyusut dari hari ke hari.