Video KHW 400 'Pulang' Tembus Puluhan Juta Penonton, Nadia Omara Bantah Cerita Itu Difilmkan

Satu komentar di Threads mengubah arah perbincangan warganet pekan ini. Nadia Fairuz Omara, kreator Kisah Horor Wawak (KHW) dengan hampir 10 juta pelanggan YouTube, menulis bantahan di kolom komentar sebuah unggahan yang menyebut cerita terbarunya akan difilmkan: sampai hari ini, ia, timnya, dan para narasumber tidak pernah memberi izin adaptasi kepada siapa pun.
Saya, tim maupun narasumber sampai saat ini tidak pernah memberikan persetujuan, ataupun menjalin kerja sama dengan pihak mana pun terkait rencana adaptasi cerita KHW 400: Pulang ke layar lebar.Nadia Omara, komentar di Threads — dilansir CeknRicek (Medcom.id)
Cerita yang dipersoalkan adalah KHW Part 400 berjudul “Pulang”, tayang Minggu (25/10/2026) dengan durasi 2 jam 41 menit — episode terpanjang dalam seri KHW. Cerita itu disampaikan ulang dari penuturan tiga narasumber yang masih berkerabat — Fajar, Dimas, dan Rizki — dan berpusat pada kematian seorang perempuan yang dalam cerita disamarkan sebagai “Mbak Santi”. KHW adalah rubrik cerita kiriman warga yang diceritakan ulang; kejadian di dalamnya tidak terkonfirmasi secara independen, dan artikel ini memperlakukannya sebagai cerita, bukan fakta peristiwa.
Angka Penonton yang Tidak Kunjung Sepakat
Semua pihak sepakat videonya meledak — tetapi tidak ada dua laporan yang menyebut angka yang sama. MediaSharing menelusuri angka-angka yang beredar beserta tanggal dan sumbernya:
| Angka yang beredar | Keterangan |
|---|---|
| 30 juta penonton | Hari ke-3 penayangan, menurut blog komunitas penonton |
| 40 juta penonton | Disebut tercapai dalam 3 hari oleh beberapa akun dan blog |
| 44 juta penonton | Hari ke-4 penayangan, dilansir Bukamata.id |
| Lebih dari 56 juta penonton, 2,1 juta suka | Per Jumat (30/10/2026), dilansir Medcom.id — angka tertinggi yang dapat ditautkan ke media bernama |
| 83 juta penonton | Beredar lewat unggahan blog tanpa sumber primer yang bisa diperiksa |
Angka yang dipakai redaksi adalah 56 juta lebih penonton per 30 Oktober 2026 dari Medcom.id, karena itulah angka terbesar yang masih dapat ditelusuri ke laporan media bernama pada tanggal tertentu. Angka-angka yang lebih tinggi beredar tanpa dasar yang bisa diperiksa, dan jumlah penonton video itu terus bergerak sampai hari ini.
Dari Mana Isu Film Itu Datang
Pemicunya adalah unggahan akun Threads @sebelumharikamis_ pada Kamis (29/10/2026). Akun itu membagikan temuan pendaftaran sebuah proyek berjudul “Pulang – KHW Part 400” yang dikaitkan dengan MD Pictures dalam sistem TPPF (Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film), lalu menyebutnya sebagai kolaborasi resmi antara rumah produksi dan Nadia Omara — klaim yang belakangan dibantah langsung oleh Nadia dalam komentarnya di unggahan yang sama.
TPPF adalah dokumen pemberitahuan awal rencana produksi film. Kesamaan judul dalam dokumen itu memicu spekulasi, tetapi pendaftaran judul tidak dengan sendirinya membuktikan sebuah proyek adalah adaptasi KHW — judul “Pulang” juga bisa merujuk karya lain. Hingga Senin (2/11/2026) malam, MD Pictures belum menyampaikan pernyataan resmi yang dapat ditemukan redaksi mengenai kaitan proyek tersebut dengan KHW 400.
Kenapa Izin Narasumber Jadi Soal
Berbeda dengan novel atau skenario, cerita KHW berangkat dari pengalaman yang dikirimkan warga. Identitas tokohnya disamarkan, dan hak atas cerita hidup (life story rights) melekat pada narasumber sekaligus kreator yang menceritakannya ulang. Tanpa persetujuan keduanya, adaptasi layar lebar berdiri di atas dasar yang rapuh — itulah sebabnya bantahan Nadia menyebut tiga pihak sekaligus: dirinya, tim, dan narasumber.
Respons penonton terbelah. Sebagian berharap cerita itu naik ke layar lebar; sebagian lain justru meminta Nadia tidak melepasnya. “De @nadiaomara, KHW 400 sebaiknya jangan diberi izin ke layar lebar, maaf, ini soal 'aib' yang harus dijaga. Sudah cukup lewat penuturan ulang melalui KHW 400, semua data disamarkan,” tulis seorang warganet yang komentarnya dilansir Bukamata.id.
Satu pertanyaan masih terbuka dan belum terjawab hingga artikel ini diterbitkan: proyek berjudul “Pulang” yang terdaftar atas nama MD Pictures itu adaptasi KHW 400, atau karya lain yang kebetulan memakai judul yang sama? Jawabannya ada pada pernyataan resmi rumah produksi — yang sampai Senin malam belum muncul.






