Jumat, 6 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Viral » Cek Fakta: Video Mi Instan dari Cicak, Kemasan Mirip Indomie — PALSU, Buatan AI
Viral

Cek Fakta: Video Mi Instan dari Cicak, Kemasan Mirip Indomie — PALSU, Buatan AI

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Seekor cicak rumah mengintip dari lubang di dinding kayu berwarna hijau
Foto arsip: cicak rumah (Hemidactylus frenatus) mengintip dari lubang dinding. Foto: Gannu03/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Foto ini bukan cuplikan video viral — video itu dibuat dengan AI.

JAKARTA — Videonya sekitar 100 detik. Ribuan cicak merayap di atas ban berjalan, masuk ke oven, digiling jadi bubuk, lalu keluar sebagai mi instan dalam kemasan yang mirip Indomie mi goreng. Vonisnya: palsu. Video itu dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), bukan rekaman pabrik sungguhan.

Video itu pertama kali diunggah di TikTok pada 15 September 2026, menurut arsip yang dirujuk pemeriksa fakta SciencesCheck. Di sana, unggahan itu mengumpulkan sekitar 6.000 suka, 785 komentar, dan lebih dari 1.400 kali dibagikan. Dari TikTok, video menyebar lewat Facebook dan WhatsApp, lalu sampai ke Instagram — di sana, menurut AAP FactCheck, video itu sudah ditonton lebih dari lima juta kali, dan ikut ramai di Threads Indonesia.

A viral video claiming to show instant noodles being made from ground-up geckos is AI generated.AAP FactCheck, 26 Oktober 2026

AAP menemukan bukti teknisnya di dalam berkas video itu sendiri: tanda air SynthID, penanda digital tak terlihat yang dipasang Google pada konten yang dibuat atau diedit dengan alat AI miliknya. Dalam bahasa pemeriksa itu — ejaan asli dipertahankan:

The footage contains a SynthID watermark, indicating it was created or edited using AI tools.AAP FactCheck, 26 Oktober 2026

Pemeriksa kedua, SciencesCheck, menguji satu frame video itu dengan alat deteksi Hive Moderation. Hasilnya: 99,9 persen buatan AI. SciencesCheck juga mewawancarai tiga ahli gizi dan kesehatan masyarakat di Mali dan Republik Demokratik Kongo, dan membandingkan klaim itu dengan daftar bahan resmi Indomie. Tidak satu pun sumber itu menyebut reptil.

Dari mana video ini berasal

Video itu berasal dari akun Instagram yang hanya mengunggah video AI, dan awalnya sudah diberi label “AI content” — begitu temuan AAP. Label itu hilang begitu video diunggah ulang ke platform lain. Di Facebook, video itu disebarkan akun yang berbasis di Fiji, dan sudah ditonton lebih dari 180.000 kali saat AAP memeriksanya. Narasi yang ditempelkan pengunggah itu, dikutip AAP, berbunyi:

A strange creature resembling a gecko has reportedly been found, seemingly made into noodles. Everyone is urged to remain alert and take every necessary precaution.Narasi unggahan Facebook di Fiji — dilansir AAP FactCheck

Nama akun Instagram asal maupun akun Facebook Fiji itu tidak disebutkan dalam laporan pemeriksaannya, sehingga pembuat pertama video ini belum teridentifikasi. Yang terlacak sejauh ini adalah jalur penyebarannya — dan jalur itu menjelaskan kenapa label “AI content” tidak pernah sampai ke penonton di Indonesia: video yang sampai ke grup WhatsApp dan Threads sudah berupa salinan, bukan unggahan aslinya.

Jejak peredaran klaim ini

  • 15 September 2026 — Video diunggah di TikTok dengan klaim bubuk kadal kering dipakai membuat mi instan Indomie; mengumpulkan sekitar 6.000 suka, 785 komentar, dan lebih dari 1.400 kali dibagikan.
  • 18 September 2026 — Myzimbabwe memberitakan kehebohan di Zimbabwe: video menyebar lewat Facebook dan WhatsApp, penonton mengaku mual dan bersumpah berhenti makan mi instan.
  • Oktober 2026 — Video sampai ke Instagram, diunggah akun yang hanya memposting video AI dengan label “AI content”; tayangan menembus lima juta.
  • 26 Oktober 2026 — AAP FactCheck menerbitkan vonis: False. Video buatan AI, mengandung tanda air SynthID; unggahan Facebook di Fiji sudah 180.000 tayangan.
  • 31 Oktober 2026 — SciencesCheck menerbitkan vonis: Faux (palsu). Uji Hive Moderation: 99,9 persen buatan AI; tiga ahli gizi diwawancarai.
  • 3 November 2026 — Otaknologi memberitakan versi Indonesianya: video 5 juta tayangan, ikut ramai di Threads Indonesia (artikel diperbarui 5 November 2026).

Klaim vs status

Klaim yang beredarStatusDasar pemeriksaan
Mi instan dibuat dari cicak yang digilingPALSUAAP FactCheck (26 Oktober 2026): video buatan AI, mengandung tanda air SynthID
Kemasan di akhir video adalah Indomie mi goreng asliMENYESATKANKemasan hanya mirip; tulisan di kemasan rusak dan tidak terbaca — ciri khas gambar AI (AAP, SciencesCheck)
Video itu rekaman pabrik sungguhanPALSUSciencesCheck (31 Oktober 2026): uji Hive Moderation 99,9 persen buatan AI
Indomie mengandung cicak atau reptil lainTIDAK TERBUKTI — DAN DIBANTAH DAFTAR BAHANDaftar bahan resmi: tepung terigu, minyak sawit, garam, gula, dan bumbu — tanpa reptil (AAP, SciencesCheck)
Video pertama kali diunggah dengan label AIBENARAAP: akun Instagram asal hanya memposting video AI dan awalnya memberi label “AI content”

Tanda-tandanya bisa dilihat sendiri

Tanpa alat khusus pun, cacatnya terlihat — asal videonya ditonton pelan-pelan, bukan sekali lewat. AAP mencatat empat: kulit cicaknya bertekstur aneh; bagian tubuh cicak hilang dan muncul saat bergerak di ban berjalan; sekitar detik ke-20, pintu oven menutup sendiri; dan tulisan di panel mesin serta di kemasan mi rusak, tidak terbaca. SciencesCheck menambahkan satu lagi: cicak-cicak itu nyaris identik — simetri sempurna dan bentuk yang sama berulang-ulang, sesuatu yang tidak terjadi pada hewan sungguhan.

Seorang inspektur pangan di Bulawayo, Zimbabwe, yang diwawancarai myzimbabwe, menyebut video semacam ini dengan nama yang blak-blakan — ejaan asli dipertahankan:

Viral videos claiming geckos are being processed into noodles are AI-generated rage-bait, with obvious signs including morphing animals, objects clipping through conveyor belts and impossible factory physics.Inspektur pangan di Bulawayo — dilansir myzimbabwe, 18 September 2026

Pakar TI Ntando Moyo menambahkan penjelasan yang sama dari sisi lain: cicak dalam video itu nyaris sama persis dalam ukuran dan bentuk, dengan simetri yang tidak wajar. Hewan sungguhan bervariasi — ukuran, warna, dan kondisinya beda-beda. Di video buatan AI, objek bisa diulang dengan sedikit perubahan, sehingga tampak meyakinkan pada pandangan pertama dan berantakan begitu ditonton teliti.

Indomie sendiri dibuat dari apa

Menurut daftar bahan Indomie yang dicek AAP, mi ini utamanya dibuat dari tepung terigu — tanpa cicak atau reptil lain. SciencesCheck mengutip daftar yang sama dari situs resmi produsen: tepung terigu, minyak sawit rafinasi, garam, gula, pengatur tekstur dan keasaman, pewarna alami karamel, serta bumbu dan penambah rasa seperti bawang, cabai, dan perasa. Situs Indomie Australia menambahkan: produk ekspornya tidak mengandung daging atau turunan daging, kecuali varian mi goreng spicy beef ribs.

Busisa Moyo, kepala eksekutif United Refineries — perusahaan yang dulu memproduksi mi di Zimbabwe — menepis video itu tanpa ragu:

The video is obviously fake. We used to make noodles at United Refineries. The major ingredients are wheat or flour.Busisa Moyo, CEO United Refineries — dilansir myzimbabwe

Satu catatan kejujuran: Indomie memang pernah tersangkut alert keamanan pangan sungguhan — pada 2023, Taiwan dan Malaysia melaporkan temuan etilen oksida pada satu varian Indomie, sampai badan pangan Nigeria (NAFDAC) ikut menguji produk lokalnya. Tapi alert itu lahir dari pengujian laboratorium dan kontrol sanitasi, bukan dari video viral — begitu penegasan Africa Check yang dikutip SciencesCheck. Alert lama itu tidak membuktikan apa pun soal video cicak ini, dan video cicak ini juga tidak ada hubungannya dengan alert itu.

Reaksi penonton: jijik dulu, fakta belakangan

Di Zimbabwe, tempat video ini pertama kali meledak, reaksinya langsung dan emosional. Desmond Mthembu menulis di status WhatsApp: “I’ll never eat that s*** again!” — dan setelah diberi tahu videonya palsu, ia menjawab: “I can’t unsee what I saw. In my mind it will always be lizards…” Trisa-Ray Sibanda hanya menulis “Ngaze nganyanya,” sementara Samantha Mahlangu menulis, “Good thing i long stopped eating them.” Ada juga yang menertawakannya: Jacky Mutarah menulis, “Oh that’s where the flavour comes from, protein overload kkkk.” Semua reaksi itu dikutip myzimbabwe dari Facebook dan WhatsApp.

Pola ini yang bikin video semacam ini berbahaya: rasa jijik bergerak lebih cepat daripada pemeriksaan. Ntando Moyo, pakar TI yang diwawancarai myzimbabwe, mengingatkan bahwa video semacam ini sengaja dibuat mengejutkan — karena makin mengejutkan, makin banyak yang berkomentar, membagikan, dan berdebat, dan makin jauh videonya menyebar. Sekali video palsu viral, kebenarannya susah mengejar.

Cara mengeceknya sendiri

Bila menerima video serupa di grup keluarga, tiga langkah ini cukup: pertama, cari akun aslinya — kalau akun itu hanya berisi video AI, kemungkinan besar videonya juga AI. Kedua, perhatikan detail kecil: tulisan, tangan, benda yang bergerak sendiri, dan bentuk yang berubah-ubah. Ketiga, ketik kata kuncinya ditambah “cek fakta” atau “hoaks”, dan bandingkan dengan daftar bahan di kemasan produknya. Video yang bikin jijik atau takut paling cepat dibagikan, justru karena orang ingin memperingatkan keluarganya — dan justru karena itu, cek dulu sebelum ikut menyebarkan.

Yang belum terjawab: siapa yang pertama kali membuat video ini, dan berapa tepatnya tayangan Instagram-nya sekarang — angka lima juta itu per 26 Oktober 2026, dan video itu masih beredar. Selama pembuatnya belum teridentifikasi, vonisnya bersandar pada bukti teknis di dalam video itu sendiri: tanda air SynthID dan uji deteksi AI — bukan pada siapa yang mengunggahnya.

Tanya-Jawab

Apakah mi instan benar dibuat dari cicak?

Tidak — palsu. Video yang mengklaim itu dibuat dengan AI: AAP FactCheck menemukan tanda air SynthID di dalamnya, dan SciencesCheck menguji satu frame-nya dengan Hive Moderation dengan hasil 99,9 persen buatan AI. Daftar bahan Indomie hanya tepung terigu, minyak sawit, garam, gula, dan bumbu.

Dari mana video mi cicak itu berasal?

Video itu pertama kali diunggah di TikTok pada 15 September 2026, lalu menyebar lewat Facebook dan WhatsApp, dan sampai ke Instagram — di sana videonya ditonton lebih dari lima juta kali. Akun Instagram asalnya hanya mengunggah video AI dan awalnya sudah memberi label “AI content”.

Bagaimana cara membedakan video AI seperti ini?

Perhatikan detail kecil: kulit cicak bertekstur aneh, bagian tubuh hilang-muncul saat bergerak, pintu oven menutup sendiri sekitar detik ke-20, dan tulisan di panel mesin serta kemasan rusak tak terbaca. Cicak-cicaknya juga nyaris identik, dengan simetri yang tidak wajar untuk hewan sungguhan.