Jumat, 6 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Viral » Cek Fakta: Klaim Prabowo Ajak Boikot Medsos HOAKS, Foto Rapat Karhutla Dipelintir
Viral

Cek Fakta: Klaim Prabowo Ajak Boikot Medsos HOAKS, Foto Rapat Karhutla Dipelintir

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka
Foto arsip: Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, 12 Oktober 2026, dalam video resmi Sekretariat Presiden. Foto dari rapat inilah yang dicatut dalam unggahan seruan boikot medsos.

JAKARTA — Vonisnya tidak berubah, tapi penegasan resminya baru datang kemarin: kabar Presiden Prabowo Subianto meminta rakyat Indonesia memboikot Facebook, Instagram, dan Threads adalah HOAKS. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakannya lewat penjelasan resmi yang diberitakan pada 4 November 2026, setelah klaim itu beredar ulang selama berminggu-minggu di Facebook dan X.

Faktanya, klaim tersebut tidak benar.Komdigi — dilansir suaragarut.id

Penelusuran gambar terbalik yang dilakukan Komdigi tidak menemukan satu pun pernyataan resmi Presiden yang menyerukan boikot media sosial. Yang ditemukan justru asal-usul foto yang dipakai unggahan viral itu — dan asal-usulnya tidak ada hubungannya dengan media sosial sama sekali.

Klaim yang beredar itu menempelkan narasi boikot pada foto Prabowo yang sedang berbicara di depan mikrofon. Menurut Klinik Hoaks milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satu unggahan Facebook yang menyebarkan klaim tersebut datang dari akun bernama “Danijhoya Dani” pada 20 Oktober 2026, dengan narasi Presiden meminta masyarakat memboikot Facebook, Threads, Instagram, dan TikTok demi menjaga nama baik negara. Narasi serupa, menurut klinik itu, beredar pula lewat sejumlah akun Facebook lain.

Di X, unggahan yang sama memakai tangkapan layar Prabowo di depan mikrofon, dilengkapi tulisan seruan boikot. Narasi yang dicantumkan pengunggah itu, menurut penelusuran NTV News yang mengutip ANTARA, berbunyi — ejaan asli dipertahankan:

Prabowo Minta Rakyat seluruh indoensia serukan Boikot facebook Thread Instagram dan titok demi jaga negara kita agar menjaga nama baik negaraNarasi unggahan di X — dilansir NTV News

Versi yang beredar di Facebook menyebut tiga platform milik Meta — Facebook, Threads, dan Instagram — sementara versi di X menambahkan TikTok. Perbedaan daftar platform itu sendiri sudah jadi petunjuk: narasi boikotnya tidak stabil, karena ia memang bukan kutipan dari satu pernyataan resmi, melainkan teks yang ditempelkan orang ke foto yang sudah ada.

Foto itu sebenarnya dari mana

Foto Prabowo yang dicatut itu berasal dari dokumentasi video kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden berjudul “Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Karhutla, Istana Merdeka, 12 Oktober 2026”. Dalam video itu, Prabowo memimpin rapat terbatas soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta. Tidak ada satu pun bagian rapat itu yang membahas pemboikotan media sosial.

Komdigi turut menjelaskan isi rapat tersebut, dan penjelasannya dikutip sejumlah media pada 4 November 2026:

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo mengeklaim luas wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini sudah menurun drastis. Dari ratusan ribu hektar, kini tersisa ratusan saja,Komdigi — dilansir suaragarut.id

Angka yang dibahas dalam rapat itu juga tercatat dalam deskripsi video Sekretariat Presiden: Kepala BNPB Suharyanto melaporkan total luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas sebesar 639,23 hektare. Foto yang sama sebelumnya dipakai akun Instagram @pojok_jabar pada 14 Oktober 2026 untuk memberitakan tanggapan Prabowo soal perkembangan karhutla — tanpa satu kata pun soal boikot. Satu catatan kecil: salinan cek fakta Liputan6 menulis tanggal unggahan @pojok_jabar itu 15 Oktober, bukan 14 Oktober. Selisih satu hari itu tidak mengubah vonis, tapi dicatat di sini karena sumber-sumbernya memang berbeda penanggalan.

Jejak peredaran klaim ini

  • Senin, 12 Oktober 2026 — Prabowo memimpin rapat terbatas perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka; video rapat diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden.
  • 14 Oktober 2026 — Akun Instagram @pojok_jabar memakai foto dari rapat itu untuk memberitakan perkembangan karhutla.
  • 19–20 Oktober 2026 — Unggahan Facebook mulai menempelkan narasi boikot pada foto tersebut, termasuk unggahan akun “Danijhoya Dani” pada 20 Oktober 2026.
  • 20 Oktober 2026 — Kompas.com menerbitkan cek fakta yang menyatakan klaim boikot itu tidak benar.
  • 22 Oktober 2026 — Jabar Saber Hoaks menetapkan unggahan itu sebagai HOAKS kategori fabricated content.
  • 26 Oktober 2026 — NTV News, mengutip ANTARA, menyimpulkan klaim tersebut hoaks karena tidak sesuai konteks video aslinya.
  • 27 Oktober 2026 — Tribratanews Polri memuat bantahan yang sama, mengutip penelusuran tirto.id.
  • 4 November 2026 — Komdigi menyampaikan penjelasan resminya: klaim boikot Meta tidak benar, foto berasal dari dokumentasi rapat karhutla.

Klaim vs status

Klaim yang beredarStatusDasar pemeriksaan
Prabowo meminta rakyat memboikot Facebook, Threads, dan InstagramHOAKSKomdigi (4 November 2026): tidak ditemukan pernyataan resmi Presiden soal itu
Versi X: boikot juga mencakup TikTokHOAKSNTV News/ANTARA (26 Oktober 2026): tidak ada bukti pernyataan tersebut; narasi tidak sesuai konteks video asli
Foto Prabowo dalam unggahan adalah foto asliBENAR, TAPI DI LUAR KONTEKSFoto berasal dari video resmi Sekretariat Presiden tentang rapat karhutla 12 Oktober 2026
Foto itu pertama kali dipakai @pojok_jabar untuk berita karhutlaBENARUnggahan 14 Oktober 2026 membahas perkembangan karhutla, bukan boikot
Karhutla yang dibahas rapat itu menyusut drastisBENAR MENURUT RAPATBNPB melaporkan 639,23 hektare masih dalam pemadaman di enam provinsi prioritas

Kenapa hoaks ini awet beredar

Pola hoaks ini klasik dan mudah lolos mata: foto pejabat yang benar-benar ada, diambil dari acara resmi yang benar-benar terjadi, lalu ditempeli teks yang tidak pernah diucapkan. Foto resmi memberi kesan otentik, sementara teksnya tidak bisa dilacak ke satu pun siaran pers, video pidato, atau pemberitaan kanal resmi. Siapa pun yang menerima unggahan itu di grup percakapan tidak melihat proses penempelan teksnya — yang terlihat hanya foto Presiden plus kalimat yang tampak seperti kutipan.

Dua hal masih terbuka. Pertama, siapa yang pertama kali mengedit foto rapat karhutla itu menjadi gambar seruan boikot — akun-akun yang terlacak sejauh ini adalah penyebar ulang, bukan pembuat pertamanya. Kedua, tanggal persis unggahan @pojok_jabar, yang ditulis 14 Oktober oleh sebagian pemeriksa fakta dan 15 Oktober oleh Liputan6. Keduanya tidak mengubah vonis, tapi keduanya dicatat agar pembaca tidak mengira selisih itu disembunyikan.

Cara mengeceknya sendiri

Bila menerima unggahan serupa, bandingkan fotonya dengan kanal resmi: cari judul video atau foto itu di kanal YouTube Sekretariat Presiden dan akun Instagram resmi yang memberitakannya pertama kali, lalu periksa tanggal dan acaranya. Bila klaimnya mengatasnamakan Presiden tetapi tidak ditemukan di kanal resmi mana pun, perlakukan sebagai klaim yang belum terbukti — dan jangan diteruskan dengan tambahan tuduhan baru.

Tanya-Jawab

Apakah Presiden Prabowo benar meminta rakyat memboikot Facebook, Instagram, dan Threads?

Tidak — HOAKS. Komdigi menegaskan pada 4 November 2026 bahwa tidak ditemukan pernyataan resmi Presiden yang menyerukan boikot media sosial. Foto yang dipakai dalam unggahan itu berasal dari rapat penanganan karhutla di Istana Merdeka pada 12 Oktober 2026.

Dari mana foto Prabowo dalam unggahan boikot itu berasal?

Dari video kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden berjudul “Presiden Prabowo Pimpin Ratas Perkembangan Penanganan Karhutla, Istana Merdeka, 12 Oktober 2026”. Foto yang sama dipakai akun Instagram @pojok_jabar pada 14 Oktober 2026 untuk memberitakan karhutla, tanpa kata boikot.

Kenapa ada versi yang menyebut TikTok juga?

Karena narasi boikotnya ditempelkan penyebar ulang, bukan dikutip dari pernyataan resmi — sehingga daftar platformnya berubah-ubah: versi Facebook menyebut tiga platform Meta, versi X menambahkan TikTok. Tidak ada versi yang didukung bukti.