Longsor Hanyutkan Glamping Pelaga Eco Park di Badung, Dua Pengunjung Masih Dicari

BADUNG — Dua orang masih hilang pada Senin (2/11/2026) malam setelah longsor menghanyutkan satu bangunan glamping di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Keduanya adalah penghuni Room 6 — bangunan yang pada Minggu malam sudah tidak berada di tempatnya ketika petugas pertama tiba, terseret material longsor ke arah sungai.
Di kawasan penginapan itu, 23 tamu menginap pada malam kejadian, termasuk enam warga negara asing (WNA). Sebanyak 21 orang dievakuasi selamat. Dua yang belum ditemukan, keduanya laki-laki, adalah satu warga negara Indonesia (WNI) dan satu WNA yang menginap di kamar yang sama, sebagaimana tercatat dalam pendataan tim gabungan yang dilaporkan Detikcom dan dikonfirmasi kepolisian setempat.
Korban dua orang laki-laki penghuni room 6,Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, Kasi Humas Polres Badung — keterangan tertulis, dilansir Merdeka
Basarnas mengidentifikasi satu dari dua orang itu sebagai Bangkit Mubarok, 30 tahun, WNI. Identitas penghuni kedua belum diumumkan: polisi menyebutnya WNA, dan kewarganegaraan serta namanya masih ditelusuri hingga Senin malam. Satu laporan media yang mengutip Kapolres Badung menulis usia Bangkit Mubarok 27 tahun — berbeda dari data Basarnas yang dipakai kebanyakan media — dan perkiraan usia WNA sekitar 40 tahun. Perbedaan angka ini belum diklarifikasi resmi oleh kedua institusi.
Kronologi: Hujan sejak Sore, Room 6 Hilang sebelum Tengah Malam
Hujan berintensitas tinggi mulai mengguyur Pelaga pada Minggu sore, sekitar pukul 15.00 Wita, menurut laporan Detikcom yang dimuat BSI News. Kedua tamu yang hilang sudah menginap sejak Sabtu (31/10/2026) dengan rencana inap dua hari, kata salah satu pemilik Pelaga Eco Park, Gustu, kepada Bali Bercerita.
- Minggu (1/11), sekitar 15.00 Wita — hujan lebat mulai turun di Desa Pelaga dan berlangsung hingga malam (Detikcom via BSI News).
- Minggu malam — tebing di sisi kawasan glamping longsor. Kepolisian dan BPBD mencatat peristiwa sekitar pukul 23.00 Wita; pemilik penginapan, Gustu, memperkirakan longsor terjadi lebih awal, sekitar pukul 22.30 Wita. Selisih setengah jam ini belum terkonfirmasi.
- Saat longsor terjadi — teriakan minta tolong terdengar dari area penginapan, menurut keterangan saksi yang dicatat polisi. Pengecekan mendapati Room 6 sudah tidak di tempat dan diduga hanyut terbawa arus sungai; pengelola mengarahkan tamu lain ke area restoran.
- Sekitar 20 menit kemudian — longsor susulan merobohkan tiga bangunan lain, Room 3, Room 4, dan Room 5, menurut catatan operasi yang dimuat Bicaralah.
- Minggu, 23.40 Wita — personel Polsek Petang tiba di lokasi, melakukan pengecekan dan pendataan saksi serta penghuni. Pencarian awal oleh pengelola bersama BPBD Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang sempat berjalan, lalu dihentikan sementara karena hujan deras dan medan yang curam.
- Senin (2/11), 06.10 Wita — Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas) menerima laporan resmi dari Kadek Suardika. Sembilan personel rescue diberangkatkan dari Jimbaran, dengan perkiraan perjalanan sekitar dua jam.
- Senin siang hingga sore — operasi membesar menjadi pencarian gabungan di sepanjang aliran sungai sampai Tukad Ayung dan pemantauan di bendungan. Bupati Badung dan Wakil Gubernur Bali meninjau lokasi; hingga Senin malam kedua tamu belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan pemberangkatan timnya pagi itu:
Menindaklanjuti laporan yang kami terima, satu tim rescue dengan kekuatan sembilan personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan upaya pencarian dan pertolongan terhadap dua orang yang diduga tertimbun material longsor,I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar — dilansir OrtiBali
Pencarian Menyisir Sungai, 123 Personel Dikerahkan
Framing pencarian berubah sepanjang Senin. Laporan pagi Basarnas berbicara tentang dua orang yang diduga tertimbun material. Catatan kepolisian kemudian menyebut bangunan Room 6 hanyut terbawa arus sungai — dan metode pencarian menyesuaikan: penyisiran aliran sungai hingga kawasan Tukad Ayung, ditambah pemantauan di bendungan, menurut Kepala Pelaksana BPBD Bali, Gede Teja, yang ditemui Bali Bercerita di lokasi. Tebing yang longsor, kata Teja, tingginya sekitar 100 meter.
Sampai di Tukad Ayung (pencariannya), dengan personel cukup banyak tadi, saya belum merekap dari polisi berapa, tentara berapa, tapi tadi cukup banyak ya.Gede Teja, Kepala Pelaksana BPBD Bali — dilansir Bali Bercerita
Angka rekapnya datang dari Humas Polres Badung: 123 personel gabungan pada operasi lanjutan Senin, dipimpin Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba. Rinciannya:
| Unsur | Personel |
|---|---|
| Basarnas Provinsi Bali | 10 |
| SAR Brimob | 10 |
| SAR Polda Bali | 10 |
| Polres Badung | 25 |
| Polsek Petang | 20 |
| Damkar Badung | 6 |
| BPBD Badung | 10 |
| BPBD Desa | 12 |
| Masyarakat Bukit Munduk Tiying | 20 |
| Total | 123 |
Satu catatan soal angka ini: laporan lain yang mengutip Kapolres Badung menyebut 145 personel dikerahkan sejak pagi. MediaSharing memakai angka 123 karena angka itulah yang disertai rincian per unsur dari Humas Polres Badung; selisihnya belum dijelaskan kepolisian. Kapolres, dalam keterangan yang diterbitkan Humas Polres Badung dan dimuat DeteksiPost, menekankan dua hal sekaligus — menemukan korban dan menjaga keselamatan pencari:
Prioritas utama kami adalah menemukan kedua korban yang masih dalam pencarian. Saya tekankan kepada seluruh personel agar terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam setiap tahapan pencarian, namun tetap mengutamakan keselamatan serta mewaspadai potensi longsor susulan maupun peningkatan debit air sungai,AKBP Joseph Edward Purba, Kapolres Badung — keterangan Humas Polres Badung, dimuat DeteksiPost
Akses menuju lokasi sebagian tertutup material longsor, dan alat berat belum bisa diturunkan ke titik pencarian pada Senin — pekerjaan membuka akses masih mengandalkan personel dan peralatan manual. Untuk membuka jalur itu, BPBD Badung meminta dukungan Dinas PUPR Badung. "Kami sudah meminta bantuan Dinas PUPR Badung untuk membantu pengerahan alat berat. Pencarian oleh tim di Kecamatan Petang sudah dilakukan termasuk pendataan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika, Senin (2/11/2026), dilansir BSI News.
Klaim Peringatan dari Pengelola, Belum Terkonfirmasi dari Pihak Lain
Ada satu klaim yang beredar luas sejak Senin dan perlu dibaca sebagai klaim: bahwa karyawan penginapan sudah memperingatkan tamu-tamu di area bawah untuk pindah sebelum longsor, dan dua tamu yang hilang tidak mengikuti peringatan itu. Klaim ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Bali Gede Teja — yang mengawalinya dengan "saya mendengar" — dan, dalam versi serupa, oleh pemilik Gustu kepada Bali Bercerita: "Mereka sudah diminta pindah ke glamping sebelahnya dia tidak mau, tapi memilih yang terkena longsor."
Tidak ada pihak independen yang mengonfirmasi urutan peringatan itu hingga Senin malam, dan kedua tamu yang dimaksud tidak dapat dimintai keterangan. Yang terkonfirmasi dari banyak sumber hanya ini: tamu-tamu lain dievakuasi ke area yang lebih aman malam itu, dan dua penghuni Room 6 tidak termasuk di antara 21 orang yang selamat. Apakah peringatan diberikan, kapan, dan kepada siapa saja, masih menunggu penjelasan resmi pengelola dan hasil pendataan polisi.
Pemerintah Daerah Meninjau, Pencarian Dibatasi Tujuh Hari
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meninjau lokasi pada Senin, dalam kunjungan yang dilaporkan Humas Pemkab Badung (Prokopim) dan dimuat Ken-Ken Khabare. Giri Prasta menyatakan bendung di bagian utara ditutup untuk mengurangi debit air agar pembersihan material lebih aman, dan pencarian mengikuti ketentuan operasi SAR: maksimal tujuh hari sebelum dievaluasi bersama keluarga korban. "Prioritas kita sekarang adalah sisi kemanusiaan, memastikan terlebih dahulu area timbunan ini tidak ada lagi orang yang tertimbun," katanya. Adi Arnawa menyatakan Pemkab Badung akan mengevaluasi menyeluruh keamanan akomodasi wisata di wilayahnya, termasuk yang perizinannya sudah lengkap.
Hingga Senin (2/11/2026) malam, tiga hal belum terjawab: identitas tamu WNA yang hilang, kepastian jam longsor (23.00 Wita menurut aparat, sekitar 22.30 Wita menurut pemilik), dan — yang paling ditunggu keluarga — keberadaan kedua penghuni Room 6. Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut Selasa (3/11/2026) dengan fokus yang sama: timbunan di titik awal dan aliran sungai menuju Tukad Ayung.














