Jumat, 6 November 2026  |  Jakarta, Indonesia
mediasharing.web.id  |  Cari berita
Portal berita Indonesia — kabar yang sedang ramai dibicarakan, dirangkum dari sumber tepercaya.
Beranda » Nasional » Ledakan Gas Duri Kepa Rusak 10 Rumah, Data Korban Luka Masih Berbeda
Nasional

Ledakan Gas Duri Kepa Rusak 10 Rumah, Data Korban Luka Masih Berbeda

Bagikan:WhatsAppXFacebook
Rumah-rumah di permukiman padat yang rusak parah setelah ledakan tabung gas, dinding roboh dan puing berserakan, dengan garis polisi terpasang
Ilustrasi: permukiman padat dengan rumah rusak parah dan garis polisi setelah ledakan tabung gas. Gambar ini adalah ilustrasi generasi AI, bukan foto lokasi Duri Kepa — foto lokasi yang beredar adalah dokumentasi media berita, sehingga tidak dipakai.

JAKARTA — Winda, 45 tahun, sedang tidur ketika rumahnya berguncang. Bukan gempa. Sekitar pukul 04.21 WIB, Kamis (5/11/2026), sebuah tabung gas meledak di rumah tetangganya di Jalan Guji Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat — dan guncangannya meruntuhkan asbes, pintu kamar mandi, serta jendela kamar rumah Winda.

Ledakan itu berasal dari tabung LPG 3 kilogram di dapur rumah Idrus Salim. Sepuluh rumah rusak, tiga di antaranya rusak parah hingga dinding dan atapnya runtuh. Tiga belas kepala keluarga — 29 jiwa — terdampak dan sebagian mengungsi karena rumah mereka belum bisa ditempati. Polisi masih menyelidiki apa yang persisnya membuat tabung itu meledak.

Tujuh atau Dua Belas? Data Korban yang Belum Sama

Sehari setelah ledakan, jumlah korban luka masih ditulis berbeda oleh dua pihak yang sama-sama mendata di lapangan. Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu menyebut tujuh orang terluka. Lurah Duri Kepa Arie Lystha mencatat 12 orang: lima luka berat dan tujuh luka bakar ringan.

Akibat kejadian Kebocoran tabung gas LPG tersebut terdapat 10 bangunan yang runtuh dengan 10 pintu yang terdiri dari rumah dan 7 korban luka,AKP Darto Napitupulu, Kapolsek Kebon Jeruk — dilansir MediaByte

Arie merinci lima korban luka berat itu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM): empat orang pada awalnya, lalu satu orang menyusul. Tujuh korban lainnya mengalami luka bakar ringan.

Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi ada lima orang. Yang luka bakar ringan itu ada tujuh orang,Arie Lystha, Lurah Duri Kepa — dilansir MataMaluku
DataAngka per Kamis (5/11/2026)
Korban luka — catatan polisi7 orang
Korban luka — catatan kelurahan12 orang (5 luka berat, 7 luka bakar ringan)
Korban luka berat di RSCM5 orang
Rumah rusak10 rumah, 3 di antaranya rusak parah
Warga terdampak29 jiwa dari 13 kepala keluarga

Selisih itu belum dijelaskan. Yang pasti, kedua angka di atas berasal dari pendataan resmi — polisi dan kelurahan — bukan dari kabar yang beredar di media sosial. Satu angka lain sempat muncul di grafis siaran Liputan 6 yang menulis "22 warga terluka", tetapi angka itu tidak dikonfirmasi oleh polisi maupun kelurahan, dan MediaSharing tidak memakainya sebagai data korban.

Kronologi Subuh di Jalan Guji Baru

  • Kamis (5/11), sekitar pukul 04.20–04.21 WIB — Tabung LPG 3 kg meledak di dapur rumah Idrus Salim di Jalan Guji Baru, RT 06/RW 02, Kampung Guji. Lurah mencatat pukul 04.21 WIB; Kapolsek menyebut sekitar pukul 04.20 WIB. Menurut keterangan polisi, ledakan terjadi saat Sayuti, istri Idrus, menyalakan kompor dan tabung ternyata bocor.
  • Kamis dini hari — Rekaman CCTV di sekitar lokasi yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana permukiman yang awalnya tenang, lalu dentuman keras dan puing bangunan berjatuhan. Teriakan warga meminta tolong, takbir, dan tangisan anak-anak terekam dalam video itu, dilansir MediaByte.
  • Kamis pagi — Polisi memasang garis polisi dan mengolah tempat kejadian perkara. Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari menyebut petugas sudah memeriksa lokasi dan mengumpulkan barang bukti, tetapi saksi utama belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit.
  • Kamis siang–sore — Kelurahan mendata 12 korban luka, 10 rumah rusak, dan 29 jiwa dari 13 KK terdampak. Lima korban luka berat dirawat di RSCM. Sebagian warga mengungsi ke masjid terdekat, termasuk Winda dan suaminya.
  • Kamis sore — BPBD DKI Jakarta dan Dinas Sosial mengirim bantuan beras dan minyak. Kelurahan merencanakan penyaluran logistik makanan selama satu minggu, berkoordinasi dengan PMI untuk pendampingan anak-anak, dan mengajukan bantuan kompor serta peralatan masak dari Dinas Sosial.

Apa yang Terjadi di Dapur Itu

Dugaan awal polisi: tabung bocor, gasnya menumpuk di dalam ruangan, lalu tersulut ketika kompor dinyalakan. Sayuti, yang sedang menyalakan kompor saat itu, menjadi salah satu korban dan mengalami luka bakar.

Saat Saudari Sayuti, istri Idrus sedang menyalakan gas LPG yang letaknya berada di dapur, namun saat dinyalakan ternyata gas LPG tersebut dalam keadaan bocor sehingga terjadi ledakan,AKP Darto Napitupulu, Kapolsek Kebon Jeruk — dilansir MediaByte

Itu masih dugaan awal. Polisi belum menyampaikan hasil pemeriksaan lanjutan, dan Kanit Reskrim AKP Sobari menegaskan perkembangan berikutnya akan disampaikan setelah saksi utama bisa diperiksa.

Belum (diperiksa), saksinya masih di rumah sakit. Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangannya,AKP Sobari, Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk — dilansir MataMaluku

Bila Tercium Bau Gas, Jangan Nyalakan Kompor

Panduan keselamatan Elpiji dari Pertamina yang berlaku umum menekankan satu hal yang justru dilanggar dalam kronologi di atas: jangan menyalakan kompor bila tercium bau gas. Bau menyengat itu adalah tanda kebocoran — gasnya sudah mengendap di ruangan, dan satu percikan api cukup untuk menyulutnya.

Langkah yang dianjurkan bila mencium bau gas: jangan menyalakan atau mematikan alat listrik apa pun, jangan menyalakan api, buka pintu dan jendela lebar-lebar agar gas keluar — Elpiji lebih berat dari udara sehingga mengendap di dekat lantai — lalu tutup regulator dan bawa tabung ke tempat terbuka bila aman dilakukan. Kebocoran dicek dengan air sabun pada sambungan, bukan dengan api: gelembung menandakan gas keluar. Peralatan yang dipakai — tabung, regulator, selang, kompor — dianjurkan berlabel SNI dan diperiksa berkala, terutama karet seal di kepala tabung.

Yang Belum Terjawab

Tiga hal masih menggantung sampai Kamis sore. Pertama, penyebab pasti kebocoran tabung itu — apakah dari tabungnya, regulatornya, atau selangnya — masih diselidiki polisi. Kedua, keterangan saksi utama, termasuk Sayuti, belum bisa diambil karena masih dirawat. Ketiga, data korban luka yang berbeda antara polisi dan kelurahan belum disamakan, dan belum ada kabar kapan 13 keluarga yang mengungsi bisa kembali ke rumah mereka. Kelurahan menyatakan logistik makanan akan disalurkan selama satu minggu ke depan, sementara pendampingan anak-anak disiapkan bersama PMI dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.

Tanya-Jawab

Kapan dan di mana ledakan tabung gas Duri Kepa terjadi?

Sekitar pukul 04.21 WIB, Kamis 5 November 2026, menurut Lurah Duri Kepa Arie Lystha. Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu menyebut waktu kejadian sekitar pukul 04.20 WIB. Lokasinya di Jalan Guji Baru, RT 06/RW 02, Kampung Guji, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Berapa korban ledakan gas di Duri Kepa?

Data korban luka masih berbeda: polisi mencatat 7 orang terluka, sementara kelurahan mencatat 12 orang — lima luka berat dirawat di RSCM dan tujuh luka bakar ringan. Sepuluh rumah rusak, tiga di antaranya rusak parah, dan 29 jiwa dari 13 kepala keluarga terdampak.

Apa penyebab ledakan tabung gas di Duri Kepa?

Dugaan awal polisi, tabung LPG 3 kg bocor dan gasnya menumpuk di dapur, lalu tersulut saat Sayuti, istri pemilik rumah, menyalakan kompor. Penyebab pastinya masih diselidiki polisi; saksi utama belum bisa diperiksa karena masih dirawat di rumah sakit.